
Konda, 19/02/2026 – Setelah menjalani serangkaian kegiatan luar ruangan, para peserta Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) MAN 1 Konawe Selatan kembali berkumpul di aula madrasah (14/02/2026). Agenda hari itu menjadi sangat spesial dengan hadirnya tokoh masyarakat setempat yang membawakan dua materi pamungkas sebagai bekal penutup bagi para calon pemimpin muda.
Kehadiran figur masyarakat ini bertujuan untuk mendekatkan dunia organisasi sekolah dengan realitas sosial yang akan dihadapi siswa di luar pagar madrasah.
Materi 1: Aksi Sosial Oleh Drs. Abdul Asis Tagolo, M.M. – Tokoh Masyarakat Kec. Konda
Materi pertama menyentuh sisi pengabdian nyata melalui konsep Peran Sosial. Fokus materi ini memberikan panduan praktis bagi siswa:
- Kepedulian Lingkungan Berbasis Iman: Siswa didorong untuk menjadi penggerak kebersihan dan kelestarian lingkungan di tengah masyarakat. Hal ini ditekankan sebagai bentuk manifestasi iman dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
- Kolaborasi Pemimpin Muda & Tokoh Masyarakat: Sesi ini mengulas pentingnya sinergi dalam gerakan Eco-Spiritual. Peserta diajak memahami bahwa perubahan besar di masyarakat hanya bisa terjadi jika pemimpin muda mau berkolaborasi dengan tokoh-tokoh senior dalam menjaga harmoni alam dan sosial.
Materi 2: Bernalar Kritis Oleh Idris Kuba, S.Pd., M.Pd. – Waka Humas MAN 1 Konsel
Sesi pertama dibuka dengan penekanan pada pentingnya Bernalar Kritis dalam kepemimpinan. Beliau menggarisbawahi dua poin utama:
- Fondasi Karakter: Peserta diajak menanamkan sikap disiplin, jujur, dan tanggung jawab. Kejujuran dipandang sebagai mata uang utama seorang pemimpin yang tidak boleh ditawar.
- Mentalitas Tangguh & Berprestasi: Siswa dimotivasi untuk memiliki mental yang tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan organisasi. “Pemimpin yang hebat tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari ketangguhan menghadapi tekanan dengan tetap fokus pada prestasi,” ujar pemateri.
Sesi ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta dan tokoh masyarakat, di mana para siswa menyampaikan ide-ide kreatif mereka untuk gerakan sosial di wilayah Konda.
