SEKILAS INFORMASI
: - Monday, 16-03-2026
  • 5 tahun yang lalu / Selamat datang di portal resmi MAN 1 Konawe Selatan MAN 1 Konawe Selatan Bisa, Maju dan Terdepan
Transformasi Spiritual: MAN 1 Konawe Selatan Gelar Pesantren Ramadan dengan Pilar Ilmu dan Amal

Konda (26/2/2026) – Memasuki minggu kedua bulan suci Ramadan, MAN 1 Konawe Selatan menggelar kegiatan Pesantren Ramadan selama empat hari penuh (24-27 Februari 2026). Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini kegiatan diterapkan menggunakan metode Daily Triple Dose, di mana setiap harinya siswa mendapatkan tiga materi inti secara simultan untuk memastikan pendalaman yang konsisten.

Kepala MAN 1 Konawe Selatan menegaskan bahwa pola ini diambil agar siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi langsung mempraktikkannya setiap hari selama kegiatan berlangsung.

Setiap harinya, dari pukul 07.30 hingga 16.30, para siswa mengikuti rotasi materi sebagai berikut:

Sesi Materi Fokus Output yang Diharapkan
I Klinik Tahsin Perbaikan makharijul huruf dan kelancaran membaca Al-Qur’an secara tartil.
II Fahmil Qur’an Tafsir Tematik tentang : Kepemimpinan, Toleransi, dan Etika Digital dengan Debat Ilmiah
III Praktik Ibadah & Adab Simulasi ibadah harian yang benar serta penanaman etika (akhlakul karimah).

Pendampingan Intensif di Klinik Tahsin

Siswa dikelompokkan berdasarkan level kemampuan membaca. Bagi yang sudah lancar, fokus bimbingan beralih pada hukum tajwid yang lebih kompleks, sementara bagi yang masih belajar, guru pembimbing memberikan perhatian khusus melalui metode talaqqi.

Wawasan Luas lewat Fahmil Qur’an

Sesi ini menjadi yang paling interaktif. Siswa ditantang untuk menganalisis kaitan antara ayat Al-Qur’an dengan fenomena sosial masa kini. Hal ini bertujuan agar Al-Qur’an menjadi solusi nyata dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Internalisasi Adab sebagai Fondasi Ilmu

Penekanan pada praktik ibadah tidak hanya dibatasi pada aspek lahiriah atau gerakan fisik seperti shalat dan wudhu, melainkan mencakup ketulusan hati serta etika yang mendalam kepada Sang Khalik dan sesama manusia. Prinsip ini menjadi pijakan utama dalam setiap sesi, dengan keyakinan bahwa kesempurnaan ibadah harus terpancar melalui perilaku sehari-hari. Melalui pendekatan ini, madrasah menegaskan bahwa kecerdasan akademik akan jauh lebih bermakna jika diselaraskan dengan karakter dan kerendahan hati.

Diharapkan, setelah empat hari yang intens ini, muncul kebiasaan baru yang positif yang terus terbawa hingga Ramadan usai.

Aamiin.

MANSAKON, BISA MAJU TERDEPAN !

TINGGALKAN KOMENTAR

MAPS SEKOLAH

Agenda