
Oleh Rika Miliyanti, S.Pd.,Gr. (Guru Bahasa Indonesia MAN 1 Konawe Selatan)
Di era sekarang, menjadi anak muda baik-baik justru sering dianggap aneh. Tidak merokok dibilang kurang jantan, tidak ikut tawuran dianggap penakut, menjauhi narkoba disebut tidak setia kawan dalam pertemanan. Bahkan, anak yang lebih memilih belajar dan mengejar cita-cita sering dicap “tidak gaul” oleh lingkungannya sendiri.
Padahal, mereka bukan tidak ingin bersenang-senang. Rokok mungkin memberi kesan dewasa, tawuran dianggap menunjukkan keberanian, dan narkoba disebut pelarian dari tekanan. Namun, semua itu hanya memberikan kesenangan sementara dengan risiko besar di kemudian hari. Anak muda yang memilih fokus belajar memahami bahwa kesuksesan membutuhkan disiplin, bukan sekadar ikut arus lingkungan.
Menjadi berbeda memang tidak mudah. Ada ejekan, sindiran, bahkan rasa tersisih dari pergaulan. Namun, mereka tetap berjalan dengan prinsipnya sendiri. Mereka percaya bahwa tidak semua hal harus diikuti hanya demi diterima oleh orang lain. Justru keberanian terbesar adalah mampu berkata “tidak” pada hal-hal yang merusak diri sendiri.Mereka hanya sadar bahwa masa muda bukan sekadar tentang mencari pengakuan sosial. Ada mimpi yang ingin dicapai, ada orang tua yang ingin dibanggakan, dan ada masa depan yang harus diperjuangkan.
Generasi muda seperti ini memang terlihat berbeda di tengah pergaulan yang sering mengukur keren dari seberapa bebas seseorang bertindak. Saat teman-temannya sibuk mengikuti tren yang merusak diri, mereka memilih fokus pada pendidikan, organisasi, keterampilan, atau hal-hal yang membawa manfaat. Mereka lebih suka berkembang daripada sekadar terlihat hebat sesaat.
Ironisnya, pilihan hidup positif itu justru membuat mereka dijuluki “generasi aneh”. Aneh karena pulang tepat waktu. Aneh karena menolak ajakan merokok. Aneh karena lebih memilih belajar dibanding nongkrong sampai larut malam. Namun sebenarnya, yang mereka lakukan adalah bentuk keberanian yang tidak semua orang punya.
Tidak mudah bertahan menjadi diri sendiri di tengah tekanan lingkungan. Dibutuhkan mental kuat untuk tetap berkata “tidak” pada hal-hal yang merusak masa depan. Mereka mungkin tidak terlihat paling populer hari ini, tetapi mereka sedang membangun kehidupan yang lebih baik untuk hari esok.
Pada akhirnya, generasi yang disebut aneh ini justru adalah harapan bangsa. Mereka membuktikan bahwa menjadi keren tidak harus dengan kenakalan. Menjadi muda tidak harus kehilangan arah. Karena anak muda sejati bukan yang paling liar dalam pergaulan, melainkan yang mampu menjaga dirinya tetap baik di tengah dunia yang terus berubah.

1 komentar
Rika S, Saturday, 9 May 2026
Semoga menjadi bahan refleks bacaan untuk anak-anak didik kita di bangku sekolah 😇