
oleh: Matlazim Bukhori, S.Pd.I (Guru Alqur’an Hadits MAN 1 Konawe Selatan)
Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai tonggak sejarah penting dalam perjalanan bangsa. Momen ini menandai lahirnya semangat persatuan dan perjuangan melalui organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Kebangkitan ini bukan sekadar peristiwa historis, tetapi simbol perubahan: dari keterjajahan menuju kemerdekaan, dari kebodohan menuju kecerdasan, dari ketertinggalan menuju kemajuan.
Tahun 2025 ini, Harkitnas kembali mengingatkan kita semua untuk membangkitkan semangat nasionalisme, kerja keras, dan kolaborasi, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Namun di balik semangat kebangsaan ini, ada refleksi yang lebih dalam yang patut kita renungkan, yaitu kebangkitan yang lebih besar dan kekal yaitu hari kebangkitan di akhirat (Yaumul Ba’ats).
Hari Kebangkitan Nasional merupakan kebangkitan duniawi yaitu kebangkitan rakyat untuk melawan ketidakadilan dan membangun negeri. Sementara itu, hari kebangkitan kiamat adalah kebangkitan ukhrawi yaitu kebangkitan seluruh umat manusia dari kubur untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Ayat ini menegaskan bahwa iman dan ilmu adalah dua syarat utama untuk mendapatkan derajat tinggi, baik di dunia maupun di akhirat. Maka, peringatan Harkitnas dapat menjadi pengingat untuk membangkitkan semangat belajar, memperkuat iman, dan memperbaiki akhlak sebagai bekal menghadapi hari kebangkitan kelak.
Sering kali kita sibuk membangun dunia, namun lalai menyiapkan bekal untuk akhirat. Padahal, hari kebangkitan akhirat adalah kepastian yang tak bisa dihindari. Di hari itu, segala amal akan diperlihatkan, dan tidak ada seorang pun yang bisa lari dari pengadilan Allah.
وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ
“Dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa yang ada di dalam kubur.”
(QS. Al-Hajj: 7)
Maka, sebagaimana kita serius mempersiapkan kebangkitan bangsa, kita pun harus lebih serius mempersiapkan kebangkitan akhirat, dengan memperbanyak amal saleh, menjaga lisan, meningkatkan keimanan, dan terus belajar demi menjadi insan yang mulia di sisi Allah.
Hari kebangkitan nasional bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga cermin untuk melihat ke dalam diri, Sudahkah kita benar-benar bangkit ? Bangkit dari kemalasan, kebodohan, kemaksiatan, dan kelalaian ? Ataukah kita masih tertidur dalam kenikmatan dunia yang semu ?
Mari jadikan Harkitnas 2025 sebagai momen untuk bangkit secara utuh, lahir dan batin. Bangkit membangun bangsa, dan bangkit menyiapkan diri menyambut hari kebangkitan yang hakiki di akhirat kelak.
Bangkit untuk negeri.
Bangkit untuk Ilahi.
Semoga Allah menjadikan kita bagian dari hamba-Nya yang dibangkitkan dalam keadaan mulia. Āmīn
